jejak langkah

Kamis, 27 November 2014

Hal hal Penting Untuk Dipelajari Ayah Baru

1. Mengganti Popok

Mungkin saja istrimu terlalu lelah untuk bangun karena sudah tak tidur semalaman. Jadi jangan sampai untuk ganti popok saja kamu gak bisa. Kamu belum layak jadi ayah kalau gitu. Jangan ada alesan gak bisa. Semua keterampilan itu bisa dipelajari. Jadi selamat bagi yang sudah bisa mengganti popok. Dan bagi yang belum tidak ada kata terlambat untuk mulai belajar. Kecuali memang anaknya tidak dipakain popok kain, tapi kasihan kalau langsung popok pabrikan biasanya bayi awal jadi timbul ruam. Lagi pula popok kain memperbanyak intensitas kita menyentuh anak dengan sering gantiiin popok. 


2. Memahami bahasa bayi
Bahasa bayi cuma dua nangis sama ketawa :). Ketawa artinya bahagia dan dia baik-baik saja. Tapi nangis bisa banyak artinya. Lapar, sakit, mau dipeluk, kedinginan dll. Cari tahu apa sebabnya dan berikan apa yang memang diperlukan. Ayah harus tau itu!
3. Cara menyuapi
Ada kalanya bundanya anak-anak repot. Dan anak kita lapar. Ayah tidak boleh tinggal diam melihat situasi itu. Harus bisa lah bro menyuapi anak. Soal seluk beluk suap menyuapi anak ini gak semudah kelihatanya lho! Enam bulan pertama sih ayah bebas tugas menyuapi (khusnya yg ASI yah yg tidak perlu pakai menyiapkan susu botol karena langsung lep dari bunda hehe). Kadang anak kita susah makan. kalau sudah ini situasinya jangan sampai kita nyerah tapi juga jangan maksa anak sambil marah-marah. Malah bikin trauma. Kita harus belajar caranya agar anak kita mau makan. Tukar pikiran ma bunda, tanya-tanya teman atau belajar di internet tidak ada yang melarang. Tapi ingat yg penting praktek yaaa!!!!

4. Cara memandikan 
Kadang ayah baru takut untuk mencoba. Tapi tahukan acara memandikan bayi itu kalau sudah bisa teramat sangat asyiiiik lho. Meski kadang kalau lihat malah ngeri hehe. Takut kecebur atau terpeleset bayinya. Tapi asli ini seni yang asyik. apa lagi kalau baby kita enjoy dan tertawa-tawa. Tambah bahagia lah kita. Bunda bahagia, ayah bahagia baby juga. Jadi kalau semua bahagia kegiatan ini harus dicoba. Latihan memandikan bayi. Jangan ada alasan gak bisa, takut dll. 

5. Cara bermain bersama anak
Jangan salah! bermain bersama anak itu peting lho. Ayah baru harus siap belajar bagaimana cara bermain yang asyik bersama anak. Jangan sampai cepat bosan atau malah membosankan buat anak. Tapi jangan sampai juga membuat anak premisif apa-apa boleh. Bermain adalah waktu terpenting untuk mendidik anak-anak. Jadi pelajarilah cara bermain yang biaik dengan anak2. Insha Allah kelak mereka anak jadi anak sholih yg berbakti padamu wahai ayah :).

Hmmm...mungkin sebenarnya masih banyak yang harus dipelajari tapi bersambung ya...udah malem ni hehe :)




Satu Hari Menjadi Ayah Full Day

Kemarin Uti sakit, Dirawat di PKU selama dua hari Terpaksa bunda harus menunggui di Rumah Sakit. Dan artinya anak-anak harus ditinggal lebih lama oleh bunda. Karena sangat riskan dan bahaya kalau anak-anak harus diasuh di RS. Lagian repot kan kalau harus mengurus orang sakit sambil bawa anak. Padahal rencananya ayah mau ada training di Magelang. Tapi apa sih yg lebih penting dari anak? So ayah batal deh ke Magelang. Dan jadliah ayah di rumah sehari semalam penuh.
Kegiatan pertama kita keliling-keliling kampung pake motor. Itu sudah jadi ritual pagi. kegiatan wajib hehe. Ayah gak bakal bisa ke kantor kalo ritual itu belum terjadi. Terus kita main di luar periksa sayuran yang ayah tanam. Karena musim hujan kita cuma beresin pot yang terlalu banyak kesiram hujan biar sayurannya gak busuk. Kalau biasanya sih siram-siram. Kalau sekarang gak perlu, udah basah kuyup kena hujan. 
Puas main di luar sama tanah dan tanaman, selanjutnya kita masuk ke ruang dapur kotor menyapa si Mumut dan si Mimit. Kasih makan mereka. Ih rakuuus banget dua marmut itu hi hi hi. Sehabis itu mandi...mandi..... Rebus air dan tara ember besar buat renang berdua siap :). Hiro dan Hirmi asyik main air hangat sama bola-bola. Ganti baju dan santai sejenak lihat Marsha di tv sembari ayah siapin mamam buat mereka. Adek Hiro gak suka tv jadi dia main mainan di kardus. Kakak jadi ikut-ikutan ditumpahkan semua mainan sekardus. Byaaaaaaar. Rumahpun jadi lautan mainan he he he berantakan tingkat tinggi. Hehehe ayah cueeeek aja. Gak papa yg peting aman sentosa damai tanpa prahara. Cukup!
Selepas dzuhur bunda datang. Kaka Hirmi ma Adek Hiro minta mimik susu. Lalu bobo deh. 
Sorenya bunda ke tempat Uti lagi. ADek agak nangis tapi setelah bunda pergi dia main lagi. Ayah bikin agar-agar ma goreng telur buat camilan dan makan malam. Alhamdulillah semua mau makan. Meski makanya laksana entah apa namanya....yang penting hepiiii :).
Selepas shalat isya Adek Hiro mulai nangis cari bunda. Mungkin setengah jam. Kecapekan lalu berhenti nangis main lagi. tapi terus nangis lagi. Ngantuk! dikasih mimik susu botol maunya cuma dikit. Cari bunda terus. Akhirnya ayah gendong. Terus bobok. Bunda datang jam 8.30. Kakak ma adek dah bobok. 
Baiklah...hari yang agak melelahkan? Gak juga hepi banget malah.... LOVE this moment!
Alhamdulillah bisa menikmati mengasuh anak. Luar biasa bahagia :)

Rabu, 26 November 2014



Hirmisal Haramisah Hilman

Dialah ajaibku
Dialah penuh cintaku
Lihatlah lelap tidurnya
Laksanan purnama yang benderangnya emas merona
I love you

Jumat, 27 Juli 2012

Sebersit Gumam

Perasaan ini campur baur. Aku tak tahu yang sebenarnya. Sedih dan bahagia. Sedih karena aku baru menyadari ini semua bukan miliku. Ini semua bukan mimpiku. ini mimpi dia. ini mimpinya. Aku hanya sebatang pion dalam permainan catur. Semetara aku merasa menjadi seorang master yang berhak untuk mengatur strategi permainan. oh aku baru sadar! Aku salah! aku hanya sebatang pion. Yah hanya sebatang pion yang tak berhak bergerak jika sang master tak memindahkanku. Aku seperti bangun dari mimpi! Aku adalah hanya sebatang pion catur. Aku bukan master. Bahkan aku bukan pemain ingusang. Hanya pion. Pion tak berhak bicara! Pion tak berhak didengar! Pion tak berhak bergerak! Pion tak berhak apapun kecuali menunggu sang master memindahkannya dari satu posisi ke posisi yang lain. Sudah! Aku bahagia. Purna sudah urusanku. Ringan sudah bebanku. Hilang sudah semua gundah resahku. Aku bahagia. Allah membangunkanku lebih awal. Ia membuatku terjaga sebelum semua terlambat. Allah membangunkanku sebelum aku kehabisan waktu untuk bekerja. Mimpi-mimpi indah itu telah pergi. Saatnya aku menghadapi hari yang sebenarnya. Hari-hari penuh kerja dan usaha. untuk ruh dan jiwaku. untuk cinta dan bahagiaku. Aku bahagia. Karena Allah membangunkanku lebih awal.

Selasa, 06 Maret 2012

Fans

Mas Faris ada telepon!” teriak Eva keras-keras. Faris belum juga keluar dari kamarnya. Dia lagi konsen untuk belajar. Besok untuk belajar. Besok ada ujian masuk sekolah tinggi Broadcasting. Cadangan, kalau-kalu nanti SPMB tidak lulus. ”mas fariiiiiis!” untuk kesekian kalinya Eva berteriak. Kali ini sudah bercampur jengkel. Faris segera nongol dari balik pintu demi mendengar lengkingan suara Eva. Eva masiih menunggunya dengan gagang telepon masih ada di genggaman. ”nih! Dari amalia.” Eva menyerahkan gagang telepon. Faris mengerutkan kening. Amalia? Dia lagi?prasaan semalem sudah tuga kali dia telepon.” “ya tidak tahu. Penggemar kali.” Eva bicara asal. ”penggemar...emang gue cowok cakep apaan?”bantah Faris. Eva hanya angkat bahu dan berlalu. Faris baru menyapa orang yang meneleponnya. Amalia anak kelas dua SMU sahabat. Faris belum pernah bertemu langsung dengan orangnya. Tapi kata amalia, dia pernah melihat Faris. Amalia jadi sering menelepon Faris sejak acara JAYUS edisi cinta dan pacaran. Amalia ternmasuk salah seorang ABG yang ikut curhat diacara itu. Tapi karena waktu tudak cukup, terpaksa Faris menjajikan untuk dijawab diluar acara. Sebenarnya untuk urusan janji menjawab itu Faris sudah tunaikan. Tapi justru karena jawabannya itulah Faris jadi meleh sering ditelepon amalia. Kata amalia Faris cukup cerrdas untuk menjawab maslah-masalah nya. Malahan dia ngelamar Faris untuk jadi kakak segala. ( untung tidak dilamar jadi pacar hi hi hi....bisa berabe tuh!). waktu itu Faris tidakberpikir panjang. Faris bilang iya pada amalia. Tapi kok akhirnya jadi begini yah? Amalia menelpon sehari bisa empat sampai lima kali. Belum lagi sms nya yang di embel-embeli pake ”bales ya kak!” mmm... masa pulsa habis buat dia semua? Dahsyat man! Pusiiiing!padahal isinya kadang tidak jelas. Kadang Cuma ngobrol ngalor-ngidul tak tentu arah. Amalia terus berbicara tentang dirinya. Faris hanya mendengarkan. Sesekali komentar kalau diminta. Dan itu bisa menghabiskan waktu minimal lima belas menit. Bahkan pernah sampai satu jam. Emang enak jadi kambing congk terus. Faris males juga kalau begitu. Bukan apa-apa kakak sih kakak. Tapi si Eva yang ’ajaib’ saja tidak sampai segitunya kalau curhat. Lagian amalia itu siapa?bukan muhrim, akhwat lagi. Bisa-bisa timbul fitnah. Bisa gawat nih! Faris tidak terlalu memperhatikan pembcaraan amalia ditelepon saat ini. Yang ada diotak Faris adlah bagaimana agar amalia jangan keseringan telepon kerumahnya. Malu juga sama Ummi, mas hafid juga Eva. Selama ini kan Faris yang paling kenceng mengkampanyekan anti pacaran sebelum nikah. Tapi kalau kasusunya kayak gini, bisa-bisa ada kesan yang tidak baik. Betul gak? ”gimana mas Faris. Mau tidak?nanti besok aku kestudio Jivo ya. Boleh ya. Masa sih kakak tidak mau ketemu sama adiknya? Jahat banget.”pinta amalia. Faris masih diam. Memikirkan alasan agar rencana amalia gagal. Tapi terlambat. Saat Faris akan berkata tidak amalia sudah berpamitan dan menutup telepon. ”ris, ada tamu tuh nunggu kamu dari tadi.” neti memberi tahu. Wajah juteknya masih saja tidak berubah dari dulu.Pandu memandang heran pada Faris. ”emang kamu janjian sama siapa lagi disini? ”Pandu mentap Faris. Faris geleng-geleng kepala. ”aku tidak janji sama siapa-siapa tuh.” Keduanya segera memasuki uang tamu JIVO FM. Ada seorang gadis remaja memakai jilbab duduk sambil asyik membuka-buka majalah yang ada di meja studio. Demi mlihat frais gadis itu langsung tersenyum ramah. ”mas Faris datang juga akhirnya. Lia dah lama nunggu lho! “sapa gadis itu menyapa Faris seolah mereka sudah sering bertemu diwaktu-waktu sebelumnya. Tapi Faris malah jadi kaku sendiri. Entah terpesona entah merasa tidak enak. Soalnya ternya amalia itui imut juga(item mutlak maksudnya, hus!) “wah sejak kapan kamu punya janji sama akhwat mencrengn begini ris”celetuk Pandu asal, demi melihat amalia yang emang cantik.jitakan Faris langsung mendarat dikepala Pandu. Pandu memekik kesakitan. “hus!aku lagi dapat cobaan gini!”bisik Faris. “iya deh, maaf!cobaan apa mau coba-coba...hehehe. tapi cepet sana tuh temuin!masa mau dicuekin terus. tidak sopan. rezekimu kali ris he he.” “mas Faris dan mas Pandu apa kabar?”amalia menyapa ramah. “baik!”Faris dan Pandu menjawab bersamaan. acara JAYUS masih setengah jam. sebelum i9tu Faris dan Pandu dan Faris akhirnya menemani amalia walau tidak tahu arah dan tujuan pembicaraan. akhirnya setengah jam yang biasanya dipakai untuk persiapan acara kini habis untuk menemani seorang amalia. Faris dan Pandu agak bingung campur jengkel juga pas masuk acara. tapi amalia tidak merasa mengganggu tuh! dia sih nyantai saja. mas Faris dan mas Pandu kan baik. selalu senyum ramah dan baik hati. cerdas lagi. itu yang ada dipikiran amalia. “mas fariiiis ada telpoooon!” lagi-lagi teriakan Eva memenuhi seluruh pelosok rumah. Faris langsung nongol. “dari siapa?” tanya Faris takut sendiri. kalau dari penggemar fanatiknya, wah bisa berabe. lagi banayk kerjaan. “dari dini!” jawab Eva. tangannya sudah m enyodorkan gagang telpon. “dari dini? dini yang mana ya?” Faris heran seniri. “yaaa tidak tahu.”dengan cuaek akhirnya Eva meninggalkan gagang telpon itu diatas meja. Faris buru-buru mengambilnya. selanjutnya beberapa menit telah habis untuk acara menerima telpon. Faris menarik nafas dalam-dalam. masalah dengan amalia belum juga selesai. ririn barumemulai aksinya. nah, sekarang ada pendatang baru, Dini. alamaaaak. dulu sih tidak kebayang bakalan begini. kenapa hidup Faris jadi kekelilingi gadis-gadis bermasalah. dulu sih tidak terbayang! tidak kuku Ummi! Faris menyesal menyebutkan nomor telpon rumah dan hpnya diradio saat on air. hasilnya...ya jadi begini. Faris berinisiatif menelpon Pandu. Farisberharap sobatnya yang paling kental itu bisa membantu. sekian lama Faris mencoba menghubungi. sibuk terus! hingga akhirnya tersambung. “ kenapa sih telpon mu? ditelpon sibuk terus. hampir aku bosen nunggu. “ Faris langsung curhat. “sorry man. aku nih lagi pusing. “ “nah, pusing? emang kenapa lagi? Faris heran. “penyaitmu th menular!” tuduh Pandu. “ penyaikit apaan? perasaan aku tidak mengidap penyakit menular. ngawur saja kamu!” “ para fansmu nelpon-nelpon aku segala. sekarang gantian aku yang jadi sasaran curhat. “ jelas Pandu. Faris diam sesaat. wah gimana nih? yang ditelppon ternyata juga kebagian jatah. “ ris aku bingung. fitri neelpon aku terus. dia curhat mulu kerjaannya. keluarga, kaka, ini, itu. duh...gimana dong. aku tidak mengerti cara menghadapi makhluk-makhluk ajaib kaya mereka. masa waktuku habis buat melayani curhat terus. sekalian saja bukakonsultasi kalau begitu! mereka suruh bayar.” “ buka konsultasi?! baru sedikit orang saja kita sudah bingung. apalgi buka konsultasi. bisa sttress tahu! “ abis kita mau gimana lagi? mau berhenti jadi penyiar?” “enak saja!” Faris agak sewot. “ sabar ris ini kan cuma usulan. mmm...gimana kalau kita konsultasi sama uda aga. dia kan manager tim nasyid. atau sekalian saja sama tim nasyidnya. mereka kan lebih banyak fansnya. kita go kerumah uda aga saja dijombor. besok kan ada liburan hari raya. gimana?” “ide bagus!” setelah mengucap salam Faris menutup telppon. klik! uda aga tertawa keras-keras mendengar penuturan polos dari Faris dan Pandu. Faris dan Pandu saling menatap bingung. “lho da, emangnya masalah kita ini lucu yah? orang kita lagi bingung juga, malah diketawain. tidak lucu!” Faris sok ngambek. uda aga malah tanbah semangat ketawa. “makanya jadi seleb tu harus siap lahir batinbaru saja jadi seleb kelas kampung sudah pada ngeluh. gimana kalau kalian jadi seleb kelas dunia? bisa-bisa kalian mati dikejar fans beras kalian. “ uda aga masih saja terkekeh. “lho siapa yang mau jadi seleb? kita jadi penyiar kan tujuannya bukan itu. kita mau dakwah Da! bukan nyari fans.” tegas Pandu, Faris mengangguk keras-keras tanda setuju. “iya iya uda ngerti tujuan kalian yang mulia itu. nah justru karena itu seharusnya kalian itu bukan jengkel kalau ada yang nelpon kalian dan mminta pendapat ini itu sama kalian. itu kan kesempatan berdakwah pada mereka.” jelas uda aga. ” tapi da, kalau kelaukanya kaya mereka yang nelpon lama-lama, terusngajak ketemuan, itusemua kan bisa bikin fitnah gede-gedean. disangkanya kita sama saja kaya orang lain. nyari popularitas, nyari penggemar sebanyak-banyaknya. itu semua bukan tujuan kita da.” kali ini Faris yang protes. “iya aku ngerti maksud kalian. tapi coba pikir-pikir sebentar deh! selama ini seolah olah yang jadi fans kalian yang salah. kalian menuntut mereka mengerti apa yang ada didalam otak kalian. ya tidak bisa! dalam dunia hiburan apalgai yang melibatkan media massa, yang namanya populer itu mesti. apalagi kalau memang yang dipublikasikan menarik. tali kali ye? he..itu sudah konsekwensi ris, pan. dan perlu kalian tahu, yang dengar kalian itu tidak satu enis orang saja. anak rohis misalnya, yang sudah tahu dan mengertibagaimana menjaga hubungan dengan lawan jenis. it’s more then anak rohis,man. but every body can heear you.” “jadi ceritanya kita yang salah nih, mau jadi penyiar?” Faris belum mengerti juga. sedang Pandu mengangguk-angguk. soalnya sedang ngantuk. hih dasar! “ bukan begitu ris. maksud uda, wajarlah kalau ada orang-orang yang istilahnya ngefans sama kamu. itu artinya kalian memang punya kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. makanya orang pada suka. jadi seharusnya kalian berusaha memanfaatkan kelebiihan itu untuk memberikan manfaat bagi orang lain. dengan kapasitasmu yang pengennya jadi da’i, harusnya kalian menegerti posisi merek aynag belum mengerti soal agama. nah, tapi bukan bwrarti kalian melayani keinginan mereka semau-maunya. tidak begitu. kalian harus tegas dan jujur dengan apa yang menjadi idealisme kalian. yaitu islam. itu yang menjadi uuran, Panduan dan petunjukdalam melakukan semua tindakan. sekarang yang perlu kalian lakukan adalah introspeksi diri, apa kalian ini benar-benar sudah melakukan sesuatu yang sesuai dengan idealisme kalian sebagai seorang da’i?” “Hhmmm...iya juga ssih, da. kesannya selama ini kita malah menyalahkan mereka. padahal kalau dipikir, secara jujur terkadang kita juga yang kurang tegas. suka jaim alias jaga image, ada perasaan tidak tega dalam menghadapi ‘teror’ mereka. kadang juga kita udahmemfitnah mereka duluan. bahwa mereka itu’suka’ sama kita. padahal ya belum tentu juga. alias ge-er! seringnya da prasangka sih dalam hati. bawaannya yang keluar cuma emosi. tidak ada ikhlas-ikhlasnya.”Pandu mengakui dengan jujur. “makanya yang harus kalian tanamkan dalam hati kalian sebagai calon publik figur yangbakaln dihubungi banyak orang adalah, bersikap positif thinking pada siapapun. termasuk fans-fansmu itu. mungkin saja sebenarnya mereka adalah orang-orang butuh pertolongan kalian. butuh figur yangbisa lebiuhmengarahkan mereka kearah yanglebih baik. jadi berusahalahmenolong meeka semampukalian. bukan membencinya ataumerasa jengkel pada mereka. manfaatkan kepoppuleran kalian untuk berdakwah. bagaimana menrutmu ris?” uda aga bertanya pada Faris yangseari tadi hanya khusyuk mendengarkan petuah uda aga. “agak mirip-mirip sih sama Pandu. yang jelas keikhlasan itu mugkin yang perlu dipertebal lagi. disat kita dibutuhkan orang lain, tak selayaknya kita merasa jengkel atau terganggu. yang perlu kita lakukan adalah menolongnya semampu kita. dan tetep ikhlas. tul tidak?” Faris melirik Pandu. “nah sekarang kalian tahu sendiri jawabanny.”uda aga menepuk bahu Faris dan Pandu. keduanya nyegir sedikit lega. “Hmmm Faris, sok bijak kamu!” Pandu nyengir tidak percaya ucapan Faris. “emang kenyataannya bijak kan?” ujar Faris percaya diri. Pandu hampir mau muntah mendengar itu. pembicaraan pun mengalir kearah lain, ke hal-hal yang lebih santai. masalah memang belum selesai. tapi setidaknya ada pikiran lain. pikiran baru tentang fans beras Faris dan Pandu. pikiran yang lebih positif untuk memanusiakan mereka sebagia manusia yang mungkin butuh pertolongan. pertolongan berupa menunjukkan betapa seorang muslim itu harus punya pribadi yang indah. lembut, ramah, penolong tapi juga tegas dan bertanggungjawab. deuuu!apaan tuh! doakan kami yaaaa!(dih benteng takeshi banget!)

Jearawat Pertama Eva

Suara motor Pandu yang tadi terdengar nyaring kini telah diam. Beberapa saat suara bel dirumah fari menggema. Setelah SPMB itukondisi Faris belum membaik. Jadi sore ini Pandu memang sengaja menengok sahabatnya yang lagi sakit itu. Satu kantong plastik titipan mama dibawanya. Dua kilo jruk mandarin. Sebenarnya Pandu sudah bilang kalau Faris sakitnya tidsk boleh makan yang berasam-asam ria. Tapi mama tetap memaksa. ” ini buat keluarganya!” kata mama dengan nada yang agak tinggi. Hampir lima oktaf (udah cukup tuuh untuk jadi penyanyi). Pandu khirny a tak bisa menolak. Sedang ditas punggung bagian paling luartelah berternggeer dengan tenang dua batang cokelat yang paling mahal. Pesanan khusus ratu jail dirumah Faris. Siapa lagi kalau bukan Eva? Membawa cokelat sepertinya sudah menjadi kewajiban Pandu...semacam pungutan liar. Pajak parkir motor vespanya kali? Entahlah, tapi yang jelas Pandu tidak tega kalau membiarkan Eva manyun karena dia tidak dibawakan cokelat. Setelah tiga kali mmencet bel, sesaat kemudian suara kunci pintu dibuka terdengar. Klotrak! ”assalamu’alaikum!” sapa? Pandupada makhluk berjilbab mungil yang lagi nyengir bahagia itu. ”waalaikumsalam!eh kak Pandu, cari mas Faris ya?” tanya Eva basa basipadahal Eva tahu pasti kalau Pandu datang kerumah pasti yang dicarinya pasti Faris. ( masa tukang parkir, ya gak mugkin donk!) ”bukan, cari tukang parkir...hehehe,”Pandu nyengir. Mata Eva mendelik. ” kak Pandu ngaco. Emang diterminal?ya udah silahkan masuk. Eva mau panggilin mas Faris dulu.” Pandu segera duduk disofa ruang tamu. Eva segera melesat kedalam. Suaranya yang keras melengking, berteriak memanggil Faris. ”mas fariiiis, ada kak Pandu!” Faris yang sedang tertidur tkaget. Suara adeknya tidak hanya cukup ampuh untuk membuatnya terjaga, tapi juga membuat pusingnya bertambah. ”Eva, mas Faris masih sakit. Kalau mau manggil ya jangan diteriakin. Kasihan mas Faris kan lagi tidur,”nasehat Ummi.Eva langsung cemberut. ” ada apa sih?sambung Ummi pada Eva. Eva yang merasa tidak bersalah berniat membela diri. ”yah, Ummi. Katanya Eva teriak. Masa tidak kedengaran?” kali ini Eva terasa menang. Ummi Cuma geleng kepala.”berarti teriakya kurang keras ya?tuh ada mas Pandu didepan.Eva menuntun Ummi keruang tamu. Pandu yang sendiri asyik melamun saat Ummi datang Pandu terlihat kaget. ”eh, Ummi assalamu’alaikum. Farisnya ada mi?” Pandu brdiri dari duduk. Pandu segera menjawab salam Pandu. ”itulah, Faris belum sembuh bener sejak ujian kemarin. Tapi sekarang sudah agak mendingan. Ayo nak Pandu masuk saja kekamar Faris. ” Ummi segera melaju kekamar. Pandu segera mengikutinya. Eva yang dari tadi membuntuti Ummi mengukuti dari belakang. Seasat kenmudian Pandu telah berada dikamar Faris yang mungil. Faris sedang terbaring diranjang. Wajahnya masih pucat. Tapi terlihat lebih mending dibanding saat Pandu melihat sebelumnya. ” gimana ris kabarnya? ” Pandu menyapa ramah. Faris yang terlihat kusut tersenyum sedikit. ” yah kamu pan, kamu kan sudah tahu aku masih sakit.” Faris nyengir. Biar masih sakit tapi soal bikin dongkol sobatnya yang satu itutetaphobi. Giliran Pandu jadi keki sama Ummi dan Eva yang tersenyum simpul. ” Faris, masa kamu kayak gitu? Nak Pandu nanya baik-baik kok dijawab ngaco. Udah ya, Ummi tinggal dulu. Kerjaan dapur belum selesai. ” Faris dan panu mengangguk. Sementara Ummi kedapur, Eva masih duduk dibangku deket meja belajar Faris. Faris mengerutkan kening. Lagi ngapain nih anak? Masa mau nonoton orang ngobrol? Apa asyiknya? Mau jadi wasit? Batin Faris berbisik. Pandupun trlihat bingung. ”Eva kok tidak ikut Ummikedapur?bantuin Ummi sana!sekali-kali. Malah nonton kak Pandu. Dilamar jadi istrinya tahu rasa lho!” Faris bercanda. Pandu tersenyum geli. Tapi beda dengan reaksi Eva. Wajahnyha jadi merah padam. Eva langsung salah tingkah. ” ih, mas Faris jahat!”ujar Eva tiba-tiba. Bibirnya manyun lima centimeter. Lalu Eva segra berlari keluatr. Faris dan Pandu saling tatap, bingung. Lho kok jadi gitu? ”aduh iya ris, aku tuh lupa belum ngasih cokelat sama Eva. Dia mungkin nunggu itu.adu sori ris,aku ngasih ini dulu ke Eva.”Pandu mengeluarkan cokelat yang dibelinya untuk Eva dari tas. ” tidak usah, nanti saja! Tidak usah khawatie sama Eva. Dia memang anaknya susah ditebak. Sekarang mending kamu pijitin aku. Sekali-kali. Mumpung aku sakit. Hehe!”ujar Faris, Pandu geleng-geleng kepala. ”kamu ris, sudah sakit kok tidak insyaf-insyaf sih?” Faris nyengir. Soalnya pndu benar-benar menuruti keinginannya. Pijitan Pandu dikeningnya memang enak. Lumayaaaaaan. Kalau insyaf kan tidak bakalan dipijitin begini, batin Faris konyol. Eva bertingkah aneh! Suda hampir seminggu ini Faris mendapati Eva yang tidak biasanya. Sekarang Eva agak jarang bercanda. Usilnya sngat berkurang. Lebih pendiam. Banyak melamun. Atau merenung? Tak tahu dech! Awalnya Faris seneng juga sih lihat adiknya ada perubahan. Apalagi Faris merasa diuntungkan dengan berkurangnya gangguan stabilitas keamanan kamarnya dari prilaku Eva yang suka bikin tingkah macam-macam. Tapi lama-lama khawatir juga lihat Eva berubah begitu. Jangan-jangan ada apa-apa! Faris tak berani menduga. Ummi dan mas hafid juga melihat yang sama. Bahkan sampai Abah yang tidak pernah drumah pun sampa bertanya keheranan saat bertemu Eva yang sekarang. Lebih pendiam. Murung sih tidak, tapi jadi kelihatan bingung. Culun bin aneh bin ajaib. De-el-el. Setelah melakukan perbincangan antara Ummi, Faris dan mas hafid soal Eva, maka mereka berkesimpulan bahwa pasti Eva sedang ada masalah yang dia pendam. Masalahnya apa, itu yang harus dicari tahu. So, Faris berniat menyelidiki permasalahan apa sih yang membuat Eva jadi aneh begitu? Pertama-tama Faris memperhatikan setiap gerak gerik Eva. Ups...!anak-anak tomboy itu ok sekaran jadi rajin dandan. Senang lama-lama didpan kaca.yang kdua, wah....wah, ada peningkatan nih!Eva jadi rajin nulis buku harian. Yang ini sih positif. Soalnya ada penelitian kalau rajin nulis buku harian bisa mengurangi stress. Ini beneran lho!serius!suer dech! Yang ketiga, nah yang ini bikin repot Ummi. Eva jadi lebih hobi lagi telepon berlama-lama. Entah siapayang dia telpon? Perlu penyelidikan lebih lanjut. Yang jelas dipastikan jumlah tagihan telepon bulan ini bakalan naik besar-besaran. Yang keempet, oo...oooow!hihihi...ternyata da jerawat bertengger di pipi va. Asli, seumur-umur baru kali ini Faris lihat Eva punya jerawat. Setelah mengumpulkan berbagai keterangan dan data-data yang akurat. Melakukan analisis mendalam pada keterangan yang didapat ternyata......lho kok, ini kan curi orang yang lagi jatuh cinta! Waduh gawat! Faris jadi kelihatan bingung sendiri. Hmmm jatuh cinta itu normal. Tapi..., kalau sampai adiknya pacaran bagaimana? Berabe juga!Eva harus segera diberi training halal haram soal pacaran nih. Tapi gimana caranya? Ups...kenapa tidak dibahas diacara JAYUS bareng Pandu. Terus suruh tva mendengarkannya. Kalau tidak mau? Rayu dengan cokelat, pasti mau. Hmmmm berhasil gak ya kira-kira? Ah, pokoknya coba dulu! ” begitu pan, bagaimana menurutmu?” ” idemu bagus. Lagipula kan tidak Cuma Eva yang butuh pengetahuan tentang batasan hubungan ikhwan dan akhwat dalam islam. Remaja sekarang kebanyakan tidak tahu. Ya akhirnya mereka bebas tak terbatas alias kebablasan,”komentar Pandu menanggapi ide Faris untuk bahas masalah pacaran diacara JAYUS nanti. ”o iya aku jadi ingat Eva pernah telepon aku lho beberapa hari yang lalu. Tapi dia Cuma bilangterimakasih unuk cokelatnya. Adikmu emang lucu ris. Masa dia nanya-nanya ert cokelat. Emangnya cokelat itu ada artinya?bagiku sih cokelat ya artinya makanan enak yang berwarna cokelat dan dibugkus pake kemasan bagus. Dan dijual disupermarket. Pokoknya cokelat ya tetep ceoklat. Tidak pake artia-artian. Aku jawab gitu kemarin. Eh...adikmu malah marah-marah. Aku ya jadi bingung,” jelas Pandu. Wajah Faris langsung pucat demi mendengar itu. Jangan-jangan? ”gawat apanya?” Pan, kamu nyadar gak sih? Gimana kalau eEva jatuh cintanya sama kamu? Abis sih, kamu pake kasih-kasih cokelat segala. Lazimnya orang-orang itu mengartikan hadiah cokelat itu sebagai tanda cinta. Kalau sudah gini mau apa coba?” Faris setengah mnyalahkan Pandu. ”lho kok?jadi aku yang disalahin. Aku kan Cuma berniat baik ngasih dia hadiah buat aikmu. Tidak ada maksud apa-apa. Soalnya dia bilang kalau kamu tu pelit. Tidak pernah ngasih cokelat, kecuali ada maunya. Makanya sama adik harus sayang dong!”Pandu jadi agak sewot. Emang enak disalahin?! Ups, kok malah kadi bertengkar. Ya udah ceritanya dibikin damai saja. Ceritanya kali ini Faris menyadari kesalahannya( sekali-kali Faris yang mengalah boleh dong). ”maaf pan, bukan niat menyalahkan. Bener juga sih, kadang aku bertindak kurang baik sama adikku yang antik itu. Yah, pelajaran juga sih buat ku. Kalaupun benar Eva naksir kamu, toh itu lebih aman. Setidaknya kamu gak bakal ngapa-ngapain si-Eva. Coba kalau orang lain?tidak tahulah. ” kali ini Faris benar-benar merasa bersalah. ”ngapa-ngapain?emagnya apaan?”Pandu masih agak dongkol. Kali ini Faris Cuma bisa jemur gigi. Kering donk!hehe. “sabar pan!sabar itu disayang Alloh. setuju?” bujuk Faris. “setuju?” setuju yang mana?yang adikmu atau yang sabar?” kali ini Pandu sok tulalit. “sabarnya dong!be te we, gimana kalau Eva benar-benar kejadian naksir kamu?apa yang harus kita lakukan, yah?” Faris masih juga ke bingungan. Pandu malah jadi malu-malu kucing. Dia ke ge-er-an. ”ya tidak tahu! Sudah ah, jangan bahas itu, kan belum terbukti. Mending kita bahas materi buat acara JAYUS kita diradio. Tema pacaran bagus, bisa kita buat kampanye No pacaran before nikah. “OK!” “hayo..., melamun terus! Lagi mikirin siapa sih?!”Faris sengaja membuat kaget Eva yang masih masih tekun menulis buku harian dan sesekali menerawang seolah sedang ada yang dipikitkannyua. Saat Faris mengagetkannya, Eva segera menutup buku hariannya. Wajahnya terlihat agak malu-malu campur galak. (gimana? Coba?) ”mas Faris! Siapa yang suruh masuk?”protes Eva. Kali ini bentuk wajahnya dibuat cemberut. ” tidak ada yang suruh. Cuma pengen tahu adik mas Faris yang super jail ini kok sekarang jadi pendiam, yah? Cerita dong! Siapa tahu mas Faris bisa bantu. Oh iya Eva jangan lupa dengar mas Faris siaran besok ya.dijamin asyik!” Faris promosi.” iya tidak disuruh juga Eva suka dengar kok. Sekarang mas Faris keluar sana !” ” iya tuan putri. Dih nambah galak aja nih tuann putri. Tapi jangan lupa ya. Soalnya mas Faris siapin acara besok spesial untu7k adik mas Faris. ” ”emang masalah apaan sih?” ”masalah cinta dan bagaimana menyembuhkan jerawat yang gedenya kaya bisulan hehe.” ” Faris sengaja meledek Eva. Eva langsung tnaggap dengan jurus melempar bantal. Faris berhasil mengelak kali ini. ” hu...dasar!jerawat juga anugerah than tahu!” ”emang Eva jatuh cinta sama siapa?” Faris mencoba memancing. ”idih...siapa yang lagi katuh cinta. Ngawur saja!sudah, pergi sana!” Eva makin galak. Kali ini giliran kamu sbahasa inggris yang jadi korban untuk dilemparkan. Faris langsung ngacir. Gawat juga kalau kena. Bisa pusing kalau kamus itu bersarang dikepala. Padhal baru sembuh sakit beberapa hari. Eva segera menutup pintu kamarnya, lalu menguncinya dari dalam. Eva meneruskan berbuku harian ria. Acara JAYUS sukses mengangkat tyema soal cinta dan pacaran. Masalah pacaran dan cinta ternyata sangat menarik minat para ABG. Khususnya yang lagi punya masalah seputar itu. ” mas kenapa sih dalam islam tidak ada pacaran sebelum nikah” salah serang bertanya seperti itu. ”soalnya pacaran sebelum nikah mendekatkan diri kita pada zina. Padahal dalam Alqur’an sudah jelas, kita dilarang melakukan perbuatan yang mendekatkan diri pada zina.” itu penjelasan Pandu. Ada lagi yang minta saran bagaimana memutuskan pacar. Padahal ABG itu sudah tahu kalau pacaran itu tidak boleh dan juga tidak menguntungkan. ” dijelasin saja semua alasanmu yang sebenarnya. Ungkapkan keuntungan, dan kerugiannya. Pasti banyak ruginya, apalgi buat kamu yang cewek bin akhwat. Kalau temanmu itu bisa menerima baik-baik keputusanmu, berarti dia cowok yang baik minimal dia dewasa dan mau menghargai keputusanmu. Nah, kalau dia tiak mau menerima alasan syar’i yang sudah pasti , maka kamu wajib bersyukur pada Alloh kamu diberi petunjuk oleh Alloh untuk minta putus dari dia. Solanya kalau sudah tidak mau menerima alasan yang asalnya dari hukum Alloh berarti tuh cowok tidak ada soleh-solehnya. Imannya dangkal. Mau kamu dapetin cowok kaya gitu? Rugi dunia akhirat kan? Makanya kamu lebih baik mempercepat untuk ngacir dari jerat cintanya. Putuskan tali pacaran dengan segera. Kalau tidak, bakalan bikin tambah dosa saja.” Begitulah Faris dan Pandu menerima berpuluh masalah cinta yang harus diselesaikan . sampai ada yang harus jadi PR segala. Sulit juga ternyata jadi dokter cinta. Apalagi Faris dan Pandu kan belum nikah juga. Malah masih banyak peluang untuk terjebak dalam cinta semu. Tapi setidaknya acara JAYUS bertajuk cinta dan pacaran yang dibawakan nya bisa memberi pengingat buat Faris dan Pandu, seklaigus pencerahan buat ABG bahwa pacaran itu lebih banyak ruginyadaripada untungnya. Banyak dosanya daripada pahalanya. Banyak palsunya daripada ketulusannya. Karena cinta sejati bagi seorang muslim hanyalah untuk Alloh the highest love. Selesai acara Faris dan Pandu langsung pulang. Faris masih saja ingat dengan Eva. Apa maslah adiknya itu juga separah masalah anak-anak ABG yang curhat diacaranya. Motor honda cepernya melaju kencang, membawa Faris segera tiba dihalaman rumah. Eva sedang membaca majalah saat Faris tiba diruang tengah. Melihat Faris baru tyibaEva langsung menghampiri. ”cieeee yang dokter cinta udah pulang nih. Mas Faris tadi acaranya bagus banget lho. Eva senang anget. ’Eva memuji, kali ini tulus. ”apalagi mas Faris kok baik sih? Pake ngasih cokelat segala. Tanpa pake syarat lagi? Atau....hmmmm pasti ada maunya ya? Ayo ngaku!” kali ni Eva berubah curiga. ”makasih....makasih...emang masmu yang ganteng ini kan cerdas dan biaik hati. Hehe.” Faris mulai besar kepala. Eva hampir unjuk rasa. Tapi tidak sempat. Soalnya Faris keburu bicara lagi. ” tapi terus terang aja nih..mas Faris bikin acara itu juga terinspirasi dari sikap kamu lho va. ” jelas Faris jujur. ”lho kok bisa?apa hubungannya sama Eva? Eva terheran-hran. ”kamu ngerasa tidak sih, sikapmu alhir-akhir ini berubah banyak banget. Nah sejujurnya seisi rumah ini bingung menyaksikan iu. Tapi senang juga sih. Soalnya situasi rumah jadi agak tenang dan aman hehehe. Habis, biasanya kamu kan suka bikin ulah yang macam-nmacam. Terus mas Faris mencoba menyelidikimu. Dan mas Faris berkesimpulan emmmm kamu lagi jatuh cinta!bener kan? Ayo ngak aja!” Faris menjelaskan semua duduk persoalan, Eva terbengong. ’Eva jatuh cinta?emang cirinya apa? Sama siapa?lagian semua cowok idak bakalan berani deketin Eva,mas. Sekali macam-macam saja, Eva bisa kasih satu hadiah tendangan maut!” ”lho cirinya banyak banget! Sekarang kamu sering dandanrapi dan lebih lama dari biasanya. Tidak amburadul. Lebih feminin dan suka nulis buku harian lagi. Udah gitu tuh jerawat dipipimu?” ”yeee, mas Faris nih tidak rasional banget. Masa ada jerawat saja dibilangin ciri orang jatuh cinta. Ngaco bin ngawur!” “tapi perubahanmu yang lain? Apalagi mas Faris dapet laporan dari kak Pandumu itu. Kamu tanya-tanya soal arti cokelat segala sama dia? Ayo...apa itu? ” Faris masih penasaran. ”huh mas Faris ni sudah jauh menduga dech. Gini ceritanya, Eva kan sekarang sudah ngaji sama mbak nia, teman mas Faris juga kan? Itu kakaknya Nio temen saru geng. Udah agak lama sih. Pas kemarin itu mbak nia membahas masalah sikap dan kepribadian muslimah. Terus aku kena batunya deh. Ternyata banyak sekali sikap Eva yang tidak sesuai dengan sifat seorang muslimah sejati. Mas Faris jugatidak pernah ngingetin sih...”Eva setengah menyalahkan Faris. Faris hanya diam menyimak. ”ceritanya sih, Eva sekarang ingin berubah. Jadi Eva berusaha lebih feminin. Biar tidak kaya laki-laki. Alloh kan tidak suka sama cewek yang niru-niruin cowok dan sebaliknya Gitu!” ”soal kak Pandu?” ”Eva tuh nanya sama dia karena kata temen Eva cokelat itu tanda cinta. Eva kan jadi takut ada apa-apa. Ya ditanya aja langsung sama orangnya. Kalau istlah mbak nia itu namanya tabayun. Eh, malah dijawab tidak serius. Ya udah Eva marah aja sama kak Pandu. Abis kesel nanyanya udah serius. dijawab asal, kan dongkol. !” ”tapi kamu tidak lagi naksir dia kan?”Faris belum yakin. ”emang kalau naksir dia kenapa? ”Eva nyengir. Faris langsung melotot. ”dasar! Disuruh nikah umi tahu rasa luh!”Faris menjitak kepala adiknya itu. ”biarin!” jawab Eva. Faris segera pergi meninggalkan Eva. Ia tahu adiknya hanya bercanda. Ia segera kekamar untuk berganti pakaian.

DUH...

Telat lagi kamu ris?” tanya Pandu. Faris tidak menjawab. Wajahnya masih merah, penuh keringat. Buku catatan yang seharusnya untuk mencatat, untuk sementara dialih fungsikan menjadi kipas. ”abis darimana sih ris?kayaknya capek banget. Lagipula aku lihat kamu, makin sering saja telat mengikuti bimbel. SPMB sudah semakin dekat sekali ris. Kamu jangan terlalu capek ngerjain yang lain. Bahaya!Pandu bicara panjang kali lebar memperingatkan Faris. Yang diingatkan masih mengipas-ngipasi dii dengan buku. ” iya nih pan, kamu trahu sendiri,aku sedang mengikuti masa pelatihan lanjutan diradio. Beberapa hari ini aku banyak keluar. Tugas diradio banyak. Belajar liputan lapangan,” ujar Faris bernada mengeluh. Kamu coba mulai bagi waktu, ris. Kamu harus seimbang dong. Kamu kan masih ada tugas belajar. Masih ada SPMB yang menunggumu ris. Jangan lupa radio itu memang penting bagimu. Ingat lho ris...SPMB tinggal dua minggu lagi. Waktunya tinggal sebentar.” ” iya aku juga tahu dan ngerti. Tapi gimana? Susahjuga kalau kerjaan numpuk belajar juga kurang konsen. Pan, bantu aku ya. Minimal kamu temani aku belajar dirumahku. Biasanya abis pelatihan diradio aku langsung ngantuk,. Perasaan capk banget. Aku takut ketahuan Abah nih. Bisa berabe. Ummi juga sudah sering ngingetin.” ” ya sudah nanti aku jadwalkan belajar dirumahmu. Tapi aku juga tidak bisa tiap hari. Tidak enak samamama . masa tiap malam tidak ada dirumah. Mungkin aku kerumahmu nginep tiga hari sekali. Nanti kamu gantian nginep dirumahku, OK!” ” iya deh, thanks ya sebelumnya. “ “ sama-sama yang penting jamuannya yang istimewa ya. He he!” Pandu nyengir. Lucu lihat Faris stress. ( wah gawat masa orang stress dibilang lucu?) “ beres pan, nanti aku minta Ummi bikinin kamu bajigur. Dijamin hangat sepanjang malam. Udah ah, !ngomongin makanan mulu” ” iya nih , kasihan pak surya nih yang sudah nerangin didepan kelas. ” Pandu mengangguk setuju dengan pendapat Faris. ” ya udah, sekarang kamu peratikan pak surya. Nanti aku pinjam catetanmu. Sekarang aku mau istirahat dulu yah. Aku tahu kok kamu memang orang terbaik sedunia pan. Jadi aku jamin kamu bakal pinjamin catetanmu buatku. ” ” dasar! Rayuan gombal tidak laku disini ris. ” Pandu dongkol, giliran Faris yang nyengir. ” huh, dasar malas!” geruu Pandu. Kali ini bibirnya bener-bener kerucut. Faris baru saja sampai dirumah. Pukul 22.00 mesin honda segera dimatikan sebelum membuka gerbang. Faris khawatir kalau suara motor ceper nya itu membangunkan seluruh isi rumah ( kalau emang udah pada tidur). Halaman hening. Hanya lampu neon dan kursi-kersi yang setia nongkrong diteras rumah. Hati-hati Faris membuka gembok pagar dengan kunci duplikat miliknya. Segera Faris menuntun motor kesebelah, menuju garasi. Dibukanya pitu garasi dengan kunci yang sengja diduplikat juga. ( maklum keluarga Faris kan kluarga yang sibuk atau kadang nyibuk-nyibukin diri., jadi setiiap penghuni harus punya duplikat kunci rumah biar tidak menderita terkunci diluar saat yang lain pergi). Hati-hati Faris membuka dan menutupnya. Lalu masuk ke pintu yang menghubungkan keruang tamu. Dari ruang tamu yang gelap, Faris mengintip ejenak keruang tengah. Runangannya masih terang. Lampu masih belum dimatikan. Tapi Faris tidak melihat seorangpun diruang itu. ”aman!” gumam Faris, melihat tak ada orang yang diruang keluarga itu. Dia segera egas menuju sofa. Dilemparnya tas gemblok berwarna biru yang berisi buku-buku bimbelnya. Faris segera membaringkann diri. Meluruskan tulang punggungnya yang terasa mau melengkung karena kelamaan mengendarai motor dan duduk. Nyaris tanpa aktivitas lain. Baru saja Faris hendak memejamkan mata ketika sosok yang sangat ia kenal keluar dari balik pintu dapur. Berikutnya makhluk jail yang sangat ia kenal melintas masuk kamarnya sambil membawa semangkuk mie panas. Pasti Eva baru saja minta diantar kedapur untuk membuat mie rebus. Biar tomboy, Eva memang penakut kalau sendirian. Tapi makanya banyak. Lho malah nyeritain Eva? Kembali ke Faris. ” dari mana ris? Sapa Ummi penuh selidik. Sebelum Faris sempat menjawab pertanyaan singkat yang memerlukan jawaban panjang itu, Ummi sudah melnajutkan bicaranya. ” masa setiap malam pilngnya telat. Bukannya tugasmu sekarang Cuma bimbel? Ingat ris, sebentar lagi kamu mau SPMB. Kalau kamu tidak jaga kesehatan Ummi khawatir kesehatanmu akan terganggu.”Ummi memulai pembukaan nasihatnya. Bimbel tambahan buat Faris nih! Frais sebenarnya sudah sangat khawatir Ummi akan menasehatinya panjang lebar. Bukan tidak mau dinasehatisih. Tapi kasihan Ummi . karena kalau Faris dinasehati sekarang. Ituartinya nasehat Ummi akan sia-sia. Kesadatan Faris saat ini mungkin tingal seperempat dari yang seharusnya. Faris baru akan memberitahu pada Ummi tentang kondisinya. Tapi pada saat mulut Faris mau terbuka, Ummi sudah lebih dulu meluncurkan kata, tak kurang dari dua puluh kata kerja. Benda subjek,predikat dan keterangan lainnya. ” terus Abah kemarin naya sama Ummi soal kamu. Kegiatan kamu. Kalau setiap malam kamu pulang telat gini. apa yang harus Ummi jelasin sama Abah. Kalaupun belajar kelompok, masa tiap hari sih?lagipula kan kamu sendiri yang biang katanya Pandu mau nginap disini untuk belajar bareng kamu? Hujan pertanyaan keluar dari mulut Ummi. Faris kali ini diam tak menjawab. Soalnya mau jawab aja soal yang terakhir aja kurang kedengaran jelas.yang kedua terakhir sudah lupa. Apalgi yang awal-awal. Bablas tidak ingat sama skali. Faris ngantuk berat. Dasar tidak sopan’! ” Faris, eh malah tidur!” Ummi tadi agak sewot” ” mi, Faris sekarang capek. PR saja ya, jawabnya. ” pinta Faris merengek. Matanya sudah lima watt. ” Ummi Cuma geleng-geleng kepala. Tapi akhitnya Ummi maklum. Lagipula memaksa Faris menjawab semua pertanyaannya itu sama juga mengurangi jatah istirahat Faris. Malah bisa jadi sakit beneran kan?akhirnya Ummi membiarkan Faris istirahat dan dan merelakan jawaban ditunda sampai besok. Ummi kan orangnya baik hati. Paginya pertanyaan yang sama diulang saat sarapan. Kali Faris tidak ada alasan untuk tidak menjawab. Soalnya Ummi sudah menyediakan sarapan bubur ayam yang enak susu satu gelas penuh plus buah-buahan yang segar untuk cuci mulut. Giliran Faris yang bigung campur kenyang. Apakah soal pelatihan itu harus diceritakan pada Ummi. Soalnya walau Ummi sudah tahu Faris belajar siaran di Jivo FM. Tapi dia tidak pernahmejelaskan kalau dia sbenarnya sudah jadi penyiar resmi dan punya tanggungjawab setumpuk sebagaii karyawan radio. Bagaimana kalau nanti Ummi menjelakannya pada Abah? Apa kira-kira reaksi Abah?Faris tidak tahu bagaimana yah? ”Mmmm...mi...sebelumya Faris. Ah susah mi, jelasinnya. Soalnya Faris masih keliata ragu-ragu ketika tiba-tiba Eva muncul dengan cengirannya yang ganjil. Pikiran usil plus jailnya sudah terlihat diwajahnya. Mi, mas Faris itu memang nakal. Jadi bsok-besok uang jajannya jangan dikasih. Biar tidak bisa keluar. Terus tidak bisa pulang malem lagi. Terus uang jajan mas Faris buat Eva saja hihihi. Nah sekarang Ummi boleh melanjutkan acara marahannya sama mas Faris. Mas Faris yang sabar ya! Dan slamat menikmatu omelan umi yang manis asam asin dan pahit.hihihi...”Eva kali ini tersenyum puas. Faris sgera melotot. ”eh...., anak kecil dilarang nguping !kupignya tambah panjang tau rasa lho!”Faris menakuti. Eva Cuma nyengir. ”biarin!jawab Eva sambil menjulurkan lidah. Lalumelarikan diri setelah menggndol bubur ayam jatahnya. Faris dan Ummi geleng-geleng kepala. ” uh ris, jangan layani adekmu. Sekarang teruskan icaramu. “Ummi kembali memfokuskan pembicaraan pada masalah semla. Dikira fatis sudah lupa. Niat hati mau segera melarikan diri. ”Mmmm begini, mi. Ummi sudah tahu kan soal Faris mau jadi penyiar itu? Nah sekarang sebenarnya jadi penyiar itu bukan lagi menjadi keinginan Faris, mi. Apalagi cita-cita. Senuanya kini sudah lewat mi,” jelas Faris. Ummi mengerutkann kening. Bukannya Faris ngotot sekali bercita-cita jadi penyiar. Sampai dia mau kuliah dibroadcasting segala. Sampai-sampai sering belajar dan berkunjung keJivo FM yang radio ABG itu? Nah sekarang malah kenyataannya begitu. Ummi kali ini bingung keningnya berkerut. “ lho kenapa ris?lalu kemarin kamu sampai Abah itu buat apa? Kalau akhirnya begitu kan kamu tidak usah ngabisin tenaga buat bertengkar dengan Abah. Ummi yang rugi kan?masa Ummi jadi marah gara-gara kamu sama Abah. ”Ummi masih tak habis pikir. Faris tertawa kecil. ”iya mi, sekarang ini Faris sudah tidak bercita-cita jadi penyiar lagi soalnya cita-cita itu sudah kesampaian. Faris sudah jadi penyiar beneran di jivo FM. Gitu, mi. Makany fris sibuk banget akhir-akhir ini. Sengaja tidak diberitahukan Ummi sama Abah. Soalnya Faris takut sih, mi. Takut Abah tidak seuju lagi. Lagi pula emang jadinya agak ganggu konsentrasi belajar Faris saat ini, mi. Gitu. Salah sih, Faris tidak blang Ummi biasa laporan sama Abah. Jangan diceritain dulu ya, mi. Akhirnya Faris terus terang. Menjelaskan semua yang selama ini dilakoninya. Dari awal smpai akhir. Ummi terlihat terharu. ” ya sudah, kalau memans itu benar-benar pilihanmu. Kali ini Ummi benar-bnar akan mendukungmu. Ummi jamin InsyaAlloh Abah tidak kan melarang ini itu lagi sama kamu. Tapi kalau bisa kamu tetep konsen sama SPMB-mu. Abah sangat brharap bsar kamu bisamasuk PTN yang bagus. Sedikit banyak iu juga menjadi kebaggaan bagi Abah. ” ”insyaAlloh Faris berusaha, mi.” Ya sudah sekarang Ummi mau siap-siap kesekolah. Kamu slesaikan makan nya. Terus tolong bereskan sndiri mja makanya.” pinta Ummi’ Faris tidak bisa menolak. SPMB semakin dekat. Tapi Faris tidak mengurangi sedikitpun keibukannya. Sebenarnya itu buka kehendaknya sih. Tapi mau gimana lagi? Dia juga sudahbanyak minta dispensasi pelatihan dan kerjanya diradio. Tapi ya kenyataannya ya dia tetep sibuk. Terkadang juga memang Faris yang salah. Dia terlalu menghayati dunia barunya. Terlalu asyik dengan dunia radio dan segala tetek bengeknya. Dia memang benar-benar berniat jadi broadcaster sejati. Ummi berkali-kali mengingatkan untuk jangan terlalu capek. Pandu yang datang tiap tiga ,malam sekali untuk menginap dirumah Faris dengan maksud belajar, akhirnya juga bekajar sendiri. Soalnya Faris sudah tidak bisa diharapkan lagi untuk belajar. Hanya sedikit-sedikit Pandu bisa bantu. Bantu mengingatkan kalau besok ada try out. Bantu menjelaskan kalau Faris lagi tulalit dan mngantuk dikelas bimbingan. Tapi puncaknya adalah hari ini. Faris akit. Paddahal besok adalh hari penentuan untuk SPMB. Untungnya untuk semua administrasi soal dikordinir sama sekolah. Faris terlalu repot lagipula Pandu cukup banyak membantu. Tapi ya itu,sekarang Faris Faris sakit. Apakah besok masih mungkin ikut SPMB? ” pokoknya kamu sekarang isirahat total. Tidak usah mikirin apapun dulu. Percuma dipikirin juga kalau kamu sakit,” nasehat Pandu. Sebenarnya itu yang diinginkan dari dulu oleh Faris.tidak usah mikir apa-apa biar bisa istirahat. Tapi mna bisa. Malu juga klaau tidaklulus SPMB. Apalagi boleh dibilang Faris kan juga termasuk anak cerdas disekolah. Masa tidak tembus SPMB?malu banget! Ummi pun berusaha menunjukkan kemeklumannya. Pun Abah. Sikapnya sungguh tak terduga. Saat itu Faris sakit, ternyata beliau menunjukkan simpati yang sebelunmnya tidak pernah Faris bayangkan” Faris jadi terharu beberapa hari ini, Abah jug arajin dirumah.walau tetap tidak sepenuhnya dirunah. Abah agak beda sekarang. Tidak sekeras yang duilu. Atau karena Faris lagi sakit saja. Entahlah? ” mi, kalau besok Faris masih sakit. Faris mau minta tolong mas hafid untulk nganter Faris. ” Ummi hanya mengangguk. ” yang penting sekarang kamu periksa dulu kedokter. Mumpung Abah ada dirumah. Abah mau mengantarmu kedokter sekarang.” ”Abah? Memangnya Abah tidak jadi kebandung lagi mi?” ”tidak, anah bilang khawatir pada keadaanmu. Apalagi Abah tahu besok kamu mau SPMB Jadi, Abah mengundurkan urusannya kebandung.” jelas Ummi. Faris sampai hampir tidak percaya. Masa sih Abah sampai segitu khawatirnya. Astaghrirullah selama ini Faris sering suudzon sama Abah. Faris jadi malu sendiri. Walau bagaimana pun, adalah orang tua yang tentu saja sayng pada anaknya.” Faris jadi merasa brsalah. Airmatanya hampir mau menetes. Akhirnya Faris mengikuti SPMB juga. , walau dengan kondisi yang sangat tidak ideal Faris terserang penyakit typus.penyakit orang yang keseringan lupa makan. Hafid dengan terpaksa Ummi...mengantar jemput Faris. Beberapa acra dia batalkan. Dua hari, SPMB telah berlalu. Walau tidak yakin dengan ujiannya, Faris bahagia. Ada sesuatu yang dia dapat yang lebih berharga dari apapun. Kini dia sangat tahu, keluarganya sungguh sangat menyayangunya. Ummi yang selalu perhatian. Abah yang selalu bekerja keras untuk anak-anaknya, dan selalu menyempatkan diri untuk bertanya sana sini soal kondisi anaknya. Kemarahannya adalah bentuk kasih sayang beliau. Mas hafid yang kadang mendukung tapi juga menguji. Eva yang selalu usil dan jahil. Bahasa kasih sayang itu selalu ada kalau kita mau memahaminya.